Was2, Bahasa Daerah Binongko Digeser Bahasa Indonesia

Was2, Bahasa Asli Binongko Digeser. Yang dipakai Adopsi Bahasa Indonesia,

Bahasa adalah identitas kita. Misalnya bahasa Indonesia adalah identitas bangsa Indonesia bahwa kita bangsa Indonesia adalah berbahasa Indonesia. Sebagai negara yang kaya, Indonesia memiliki beragam bahasa daerah sedangkan bahasa daerah adalah bahasa persatuan negara Indonesia. Bisa dikatakan bahwa setiap suku di Indonesia memiliki bahasa daerahnya masing-masing. Jika Indonesia memiliki ribuan suku, coba hitung ada berapa banyak bahasa daerah di Indonesia??

Bahasa binongko
Bahasa sebagai alat komunikasi, photo by sasint


Mengenal Ringkas Suku di Wakatobi dan Pulau Binongko dan Bahasa Daerahnya

Bahasa binongko bahasa wakatobi
Keindahan WAKATOBI, photo by monicavolpin

Binongko, salah satu gugusan pulau yang melengkapi nama Kab. Wakatobi yakni Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, disingkat WAKATOBI. WAKATOBI secara umum, disebut termasuk dalam suku buton. Nyatanya, terdapat beberapa suku lainnya dengan jenis bahasa yang berbeda-beda. 

Misal, orang Wakatobi belum tentu memahami bahasa buton yang digunakan oleh orang buton asli di Bau-Bau, dll. Karena, walaupun termasuk dalam gambaran umumnya diangkat dalam bagian suku buton tapi bahasa yang digunakan oleh masing-masing daerah di buon jelas berbeda-beda, bahkan ada yang hampir sama persis tapi jelas tidak sama termasuk dalam logat, tekanan suara, penyebutan, dan lain-lain.

Baca juga :

Belajar Mudah, Kata-Kata Dasar Belajar Bahasa Binongko

Pelajaran 1. Belajar Bahasa Binongko


Suku yang mendiami di daerah ini secara umum terbagi atas tiga: suku bajo, suku cia-cia dan suku buton biasa. Suku cia-cia asalnya dari buton tapi penggunaan bahasa daerah mereka jauh berbeda dengan bahasa daerah buton Wakatobi secara umum. Bahasa cia-cia di Wakatobi lebih persis pada bahasa buton cia-cia di Bau-Bau dan lainnya.

Disamping itu, bagi suku bajo di Wakatobi menggunakan bahasa kesukuannya tersendiri dan berbeda dengan bahasa buton di Wakatobi pada umumnya. Sementara itu, suku buton Wakatobi mulai dari Binongko, Tomia, Kaledupa, dan Binongko memiliki jenis bahasa yang hampir sama (mirip). Tapi, masing-masing pulau ini memiliki perbedaan logat/dialek bahasa, tekanan pengucapan, istilah, dan beberapa jenis bahasa dan pengungkapan yang berbeda pula.


Bahasa Binongko, Bahasa Asli daerah Binongko yang Mulai Bergeser dan  Penggunaan Bahasa Adopsi!

Kita sekarang akan membahas bahasa yang ada di pulau Binongko. Binongko memiliki  dua bahasa daerah yakni bahasa Cia-Cia dan bahasa Binongko. Dalam artikel saya ini secara garis besar akan membahas tentang Bahasa Asli daerah Binongko yang dipengaruhi oleh Bahasa Indonesia.

Tidak ada salahnya jika kita mempelajari dan mengenal bahasa Indonesia karena itu adalah bahasa persatuan kita, Indonesia. Tapi, amat disayangkan ketika bahasa Asli daerah kita sendiri dicampurbaurkan dengan bahasa adopsi dari bahasa Indonesia sedangkan bahasa asli daerah kita perlahan mulai hilang. 

Saya tidak menghawatirkan kenapa bahasa daerah di Binongko saat ini lebih fleksibel ke bahasa Indonesia. Saya juga tidak kawatir ketika anak-anak Binongko berbicara bahasa daerah dan di mix dengan bahasa Indonesia. Bagi saya tidak ada masalah dengan itu. Tapiiii........

Saya begitu khawatir ketika bahasa daerah, bahasa asli Binongko yang sesungguhnya ini hilang seiring perkembangan waktu, teknologi dan zaman.


Contoh2 Bahasa Daerah Binongko Hasil Adopsi dari Bahasa Indonesia 

Saat ini, dalam bahasa daerah Binongko sudah banyak sekali kata-kata yang di adopsi dari bahasa Indonesia.

Contoh:- sendal (bahasa Indonesia), 

sendal, sandali (bahasa Binongko). Ini adalah bahasa adopsi dari bahasa Indonesia. Kenapa disebut sandali dalam bahasa Binongko bukan sendal, karena ada aturan pengucapan kata dalam bahasa binongko secara umum bahwa tidak dikenalnya huruf mati dibelakang kalimat. Lebih tepatnya ada kata penerusan dibelakang huruf mati pada kata, misalnya sendal menjadi sandal-i, sandali.

**Sandali adalah bahasa adopsi. Bahasa aslinya di Binongko disebut Na'ali, bukan sendal (sandal/sendal).**

-topi= topi (bahasa Binongko), aslinya disebut songko. 

-gelas= galasi, aslinya disebut tonde

Dan masih banyak lagi.

Lebih lagi, banyak anak anak dari generasi kita pulau binongko yang lebih paham berbahasa Indonesia daripada berbahasa asli bahasa Binongko. Sekalipun berbasa Binongko kebanyakan di "mix" dengan bahasa Indonesia juga.


Kesimpulan personal:

Kekhawatiran saya bukan melarang siapapun untuk tidak berbahasa indonesia. Tapi, bagaimana upaya kita melestarikan bahasa asli daerah kita sendiri. Jangan sampai lahir istilah karena kuno dan ingin modern jadinya bahasa dari jati diri daerah kita sendiri perlahan hilang.

Banyaknya bahasa daerah yang dipakai saat ini adalah campuran dari bahasa yang diadopsi dari bahasa Indonesia. Sementara keasliannya mulai hilang. Bahasa yang dahulu pernah digunakan oleh nenek leluhur kita tanpa campuran bahasa Indonesia, fix saya katakan "rusak" karena sebagian diantaranya bukan bahasa asli binongko lagi melainkan adopsi dari bahasa Indonesia.


Quiz personalsaya ingin bertanya. Jika kalian adalah orang Binongko asli yang paham dan menggunakan bahasa daerah Binongko. Tolong jawab pertanyaan saya:

apa bahasa daerah asli Binongko: Kamar?? Kalau anda menjawab "kamara" itu salah. Karena itu adalah bahasa ADOPSI dari bahasa Indonesia yakni "kamar-a". Sementara yang kita ketahui saat ini adalah "kamar=kamara" dan keaslian dari bahasa daerahnya sudah hilang.

Mungkin anda berpendapat begini. Kata "kamara" dari dulu atau sejak dulu sudah disebut demikian dan tidak ada pengaruhnya dengan bahasa Indonesia. Saya katakan tidak. 

Begini, bentuk kamar dalam rumah pasti sudah dikenal nenek moyang kita sejak dulu jauh sebelum bahasa Indonesia dikenal oleh mereka. Di abad sebelum kita dijajah, masyarakat binongko kuno sudah mengenal bentuk rumah yang sederhana. Mereka menyebutnya sapo dan beberapa pemetakannya seperti singku, ponito, galampa, dll. Kamar mereka menyebutnya juga dalam bahasa asli Binongko yang saat ini hilang dan diganti dengan kamara alias adopsi bahasa Indonesia.

Tentunya jangan disamakan dengan penyebutan barang atau benda yang diciptakan di masa modern dan banyak orang telah mengenal dan paham bahasa Indonesia. Misalnya, Boneka 😋 TV, Kulkas, Hp, dll. Bahasa dalam kata kata ini tidak memiliki bentuk bahasa daerahnya di Binongko, karena jelas itu adalah jenis barang yang hadir di jaman teknologi saat ini.


Contoh lain penggunaan bahasa adopsi bahasa indonesia dalam bahasa daerah Binongko

Berikut ini beberapa contoh bahasa daerah Binongko yang tidak asli karena dipengaruhi atau diadopsi dari bahasa Indonesia.

Misalnya kata:

pintu: kebanyakan orang lebih umum menggunakan kata pintu juga dalam bahasa daerah Binongko, padahal aslinya adalah= heloppo. 

Jendela, orang binongko juga umum menggunakan kata jendela. Meskipun bahasa asli binongko disebut " balo-balo'a ". Namun kebanyakan penyebutan ini lebih umum disebut "balon-balo'a " pada jenis rumah panggung atau rumah adat binongko. Dan jendela untuk jenis rumah modern saat ini. Padahal seharusnya tidak ada perbedaanya karena itu adalah murni bahasa asli daerah Binongko untuk arti kata jendela.

Tangga, dalam bahasa Binongko disebut Hosa. Tapi sebagian besar orang Binongko menyebutnya tangga juga.

Selanjutnya masih banyak lagi.


Sayangnya, kata-kata dalam bahasa daerah asli itu sudah semakin jarang terdengar. Oleh sebab itu, saya katakan bahwa bahasa daerah asli binongko itu telah rusak kepepet bahasa Indonesia. Karena bahasa yang konon asli bahasa daerah Binongko perlahan terkikis dan tergantikan dengan bahasa daerah yang diadopsi dari bahasa Indonesia. Meskipun tetap disebut bahasa daerah binongko tapi keasliannya tidak lagi murni 100%.

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu