PILIHAN CANTIKMU, BIJAKSANAMU UNTUK LINGKUNGANMU

 

PILIHAN CANTIKMU, BIJAKSANAMU UNTUK LINGKUNGANMU

 

PILIHAN CANTIKMU, BIJAKSANAMU UNTUK LINGKUNGANMU  
  Cantik, adalah sebagian besar yang diharapkan oleh wanita. Termasuk pria yang menyukai wanita yang cantik. Tidak salah jika banyak wanita yang menggunakan riasan make up di wajah, berbagai macam produk kecantikan, termasuk produk kesehatan pula hanya untuk kepentingan penampilan dan sesuatu yang di anggap cantik itu. Padahal, banyak yang tidak tahu bahwa produk-produk yang mereka konsumsi ternyata memiliki dampak bagi lingkungan juga.  Bagi saya, definisi cantik itu artinya keselarasan. Sesuatu yang cantik itu bukan hanya yang terbentuk dari hasil polesan di badan dan wajah misalnya make up. Tapi, bagi saya nilai kecantikan itu adalah sebuah keselarasan. Saya merasa cantik ketika saya merasa hidup saya seimbang, merasa selaras antara arti dari hidup saya, diri saya dan untuk keluarga hingga lingkungan di sekitar saya.  Tampil natural juga cantik bagi saya, dengan membawa keselarasan di kehidupan baik untuk saya dalam kepribadian saya, ataupun dari keselarasan dari dalam diri saya untuk lingkungan saya. Maksud saya, cantik itu pilihan yang dibentuk dari karakter kita sendiri. Langkah yang bijaksana itu cantik, sifat yang baik itu cantik, peduli lingkungan dan kemanfaatan untuk sekitar itu juga cantik. Bahkan saya percaya bahwa prilaku yang baik akan membawa aura yang baik untuk membentuk kecantikan alami setiap orang.  Tentang keselarasan, keseimbangan, pilihan yang bijaksana bagi kemanfaatan diri dan orang lain menjadi dua hal penting dalam definisi cantik bagi saya. Keselarasan ini juga berkaitan tentang segala sesuatu yang dapat saya tentukan atau pilih dalam kehidupan saya sehari-hari.  Contoh konkritnya, dalam memilih sebuah produk kecantikan dan kesehatan. Jika yang berkaitan dengan keperluan dan kepentingan kebutuhan pribadi saya, maka saya akan pertimbangan juga terkait keselarasan produk pilihan saya terhadap manfaatnya untuk diri saya dan lingkungan saya.  Dalam memilih produk misalnya. Banyak orang yang menjatuhkan pilihan karena persoalan fashion, stylish, trend, keren, dll. Bagi saya tidak seperti itu, apa hubungannya dengan sifat yang cantik? Yes, itu adalah pilihan yang cantik tapi bukan pilihan cantikku.  Menentukan pilihan berdasarkan bentuk yang cantik, “pilihan yang cantik”, jelas bahwa itu akan didasarkan pada alasan fashion, gaya, dan merek semata. Tidak melihat seberapa pentingkah nilai kemanfaatannya bagi lingkungan, dll. Sedangkan menentukan dengan “pilihan cantikmu” adalah pilihan yang akan mewakili karakter kita sendiri, pribadi yang bijak adalah sifat diri yang cantik dan pastinya akan memilih produk dengan pertimbangan efek negative dan positifinya terlebih dahulu terhadap nilai kemanfaatannya bagi diri maupun lingkungan dan orang lain.     Pilihan Kecantikanmu Bantu juga Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat  Banyak orang yang memahami bahwa peduli lingkungan itu penting, tapi sulit untuk menyelaraskannya dengan kehidupannya sendiri. Itulah pentingnya menyeimbangankan urusan cantik dalam kepribadian dengan lingkungan dan kemanfaatan kita terhadap orang lain dan sekitar kita. Inilah maknanya untuk menentukan dari “pilihan kecantikanmu/pilihan cantikmu”, bukan karena memilih apa yang cantik saja untuk sekedar dipandang oleh mata.  Pilihan cantikmu adalah bijaksnamu. Pilihan kecantikanmu harusnya dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan bisa jadi untuk kesejahteraan masyarakat. Mengapa menurut saya itu penting?  Berkaitan dengan maksud “pilihan cantikmu” atau pilihan kecantikanmu untuk bijaksanamu bagi lingkungan ini saya gambarkan dalam dua hal:  1.    Sebagi cara bijaksana untuk menentukan saat memilih produk kecantikan, kesehatan dan produk lainnya untuk diri sendiri namun memerhatikan pada produk yang ramah lingkungan dan ramah social.  2.    Sebagai cara bijaksana dalam menentukan “pilihan cantikmu”, artinya dalam memilih produk apapun yang didasarkan pada prilaku atau pribadi yang cantik atau sifat bijaksana itu.  Jadi, maksud saya dari dua hal diatas adalah dalam memerhatikan urusan kecantikan diri itu ada dua: Kecantikan badan/tubuh dan kecantikan sifat/pribadi. Nah, dari keduanya ini harus ada keselarasan. Misalnya: saat memilih produk kecantikan maka setidaknya memilih dengan cara yang bijak seperti produk kecantikan yang ramah lingkungan.  Banyak diantara kita yang memilih produk kecantikan ini cenderung kurang memahami bahwa produk-produk ini  memiliki efek samping pada lingkungan. Untuk itu pilihan kecantikanmu sangat penting didasari dengan cara memilih yang cantik dan bijaksana ini.     Cara Memilih Produk Kecantikan dan Kesehatan Berdasarkan Pilihan Cantikmu dan Bijaksana yang Baik untuk Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat    1.    Menggunakan Produk yang dibuat dari bahan Komoditas Lokal Indonesia adalah negeri yang kaya akan hasil alamnya. Indonesai juga memiliki banyak sekali bahan baku dan bahan pangan komoditas lokal yang bernilai jual tinggi. Yang termasuk dalam bahan komoditas lokal ini jenisnya seperti: logam, energy, pertanian, dan peternakan. Sedangkan bahan yang paling banyak dimanfaatkan untuk produk kesehatan dan kecantikan ini sebagian besar dari hasil pertanian da peternakan. Contoh: madu, susu sapi, minyak kelapa, minyak kemiri, kelapa sawit, kopi, gula, dll. Jika dilihat dari potensinya, sebagian besar dari bahan pangan komoditas lokal ini juga diperoleh dari hasil hutan Indonesia.     Beberapa contoh produk kesehatan dan kecantikan yang dibuat dari bahan komoditas lokal ini seperti: madu, susu sapi, minyak kemiri, minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan masih banyak lagi.     Manfaat Menggunakan Produk Kecantikan dan Kesehatan dari Bahan Komoditas Lokal bagi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat Tampil cantik, sehat dan tetap selaras dengan sifat yang cantik pula serta bijak karena menentukan pilihan cantik yang memerhatikan dampak baik untuk lingkungan, selain dapat memberi kemanfaatan bagi lingkungan, juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.     Bahan-bahan yang termasuk dalam komoditas lokal sebenarnya merupakan jenis bahan ekspor/impor yang bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Negara dan juga masyarakat. Sayangnya, bahan komoditas ekspor dari Indonesia itu berupa bahan mentah dengan nilai jual rendah sehingga masyarakatpun kurang gairah mendapatkan manfaatnya.      Salah satu cara dalam membantu memberdayakan kesejahteraan masyarakat adalah dengan membeli produk-produk yang dihasilkan dari bahan komoditas lokal ini. Urusan cantik, produk kecantikan dan kesehatan juga ada kok. Jadi bagi kaum wanita yang peduli urusan cantik, tetap bisa memilih produk kecantikannya secara bijaksana dan bermanfaat.  Produk-produk yang dihasilkan dari bahan komoditas lokal ini merupakan hasil dari upaya pemberdayaan masyarakat. Secara umum, pemberdayaan yang berbasis komoditas lokal ini akan menggunakan pula bibit lokal dan hasil dari petani secara langsung, meningkatkan potensi desa/daerah termasuk kesejahteraan masyarakatnya. Masyarakat akan diberi pelatihan, di bina hingga menjadi kompeten dibidangnya dan meningkatkan sumber daya manusianya.     Itulah kenapa sangat penting menggunakan produk dari bahan hasil komoditas lokal. Pilihan cantikmu akan mewakili sifat bijaksanamu yang memberi efek baik bagi kemanfaatan untuk lingkungan dan masyarakat.     2.    Menggunakan Produk yang Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial Dalam menentukan dan memilih produk kecantikan dan kesehatan harus tahu pentingnya memilih produk yang di kelola secara lestari atau tidak, karena menentukan “pilihan cantikmu” secara bijaksana patut memahami manakah produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial atau tidaknya dan dampaknya bagi lingkungan.     Pengelolaan bahan untuk produk kecantikan dan kesehatan secara lestari akan banyak menggunakan bahan penyusun yang sebagian besar dari alam, dari bahan hasil komoditas pula. Sehingga upaya mendukung penggunaan dan pemilihan produk kecantikan dengan sifat yang cantik dan bijaksana ini juga akan memberi manfaat pada nilai komoditas yang berkelanjutan.     Pengolahan produk kecantikan dan kesehatan yang menggunakan bahan komoditas lokal secara lestari ini akan menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial karena:     Pertama: pengolahan bahan untuk produk kecantikan dan kesehatan secara lestari, secara garis besar akan menggunakan produk langsung dari alam seperti bahan-bahan herbal dan bahan alami lainnya.     Kedua: bahan yang diambil merupakan bibit langsung dari petani lokal, dikelola/diolah melalui tangan-tangan masyarakat lokal yang diberi pelatihan dalam peningkatan SDA-nya.     Memilih Produk Kecantikan Dan Kesehatan Secara Bijak Merupakan Salah Satu Upaya Membantu Bertumbuhnya Komoditas Lokal Yang Berkelanjutan Dan Pemberdayaan Masyarakat   Pengelolaan bahan komoditas lokal ini tentunya akan melibatkan msayarakat lokal secara langsung, missal para petani lokal, masayarakat lokal maupun para UMKM. Jadi, membantu pengelolaan bahan komoditas lokal juga sama artinya membantu pemberdayaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ilustrasi wajah cantik, sumber: Engin_Akyurt

Belajarbaca.online-Cantik, adalah sebagian besar yang diharapkan oleh wanita. Termasuk pria yang menyukai wanita yang cantik. Tidak salah jika banyak wanita yang menggunakan riasan make up di wajah, berbagai macam produk kecantikan, termasuk produk kesehatan pula hanya untuk kepentingan penampilan dan sesuatu yang di anggap cantik itu. Padahal, banyak yang tidak tahu bahwa produk-produk yang mereka konsumsi ternyata memiliki dampak bagi lingkungan juga.

Bagi saya, definisi cantik itu artinya keselarasan. Sesuatu yang cantik itu bukan hanya yang terbentuk dari hasil polesan di badan dan wajah misalnya make up. Tapi, bagi saya nilai kecantikan itu adalah sebuah keselarasan. Saya merasa cantik ketika saya merasa hidup saya seimbang, merasa selaras antara arti dari hidup saya, diri saya dan untuk keluarga hingga lingkungan di sekitar saya.

Tampil natural juga cantik bagi saya, dengan membawa keselarasan di kehidupan baik untuk saya dalam kepribadian saya, ataupun dari keselarasan dari dalam diri saya untuk lingkungan saya. Maksud saya, cantik itu pilihan yang dibentuk dari karakter kita sendiri. Langkah yang bijaksana itu cantik, sifat yang baik itu cantik, peduli lingkungan dan kemanfaatan untuk sekitar itu juga cantik. Bahkan saya percaya bahwa prilaku yang baik akan membawa aura yang baik untuk membentuk kecantikan alami setiap orang.

Tentang keselarasan, keseimbangan, pilihan yang bijaksana bagi kemanfaatan diri dan orang lain menjadi dua hal penting dalam definisi cantik bagi saya. Keselarasan ini juga berkaitan tentang segala sesuatu yang dapat saya tentukan atau pilih dalam kehidupan saya sehari-hari.

Contoh konkritnya, dalam memilih sebuah produk kecantikan dan kesehatan. Jika yang berkaitan dengan keperluan dan kepentingan kebutuhan pribadi saya, maka saya akan pertimbangan juga terkait keselarasan produk pilihan saya terhadap manfaatnya untuk diri saya dan lingkungan saya.

Dalam memilih produk misalnya. Banyak orang yang menjatuhkan pilihan karena persoalan fashion, stylish, trend, keren, dll. Bagi saya tidak seperti itu, apa hubungannya dengan sifat yang cantik? Yes, itu adalah pilihan yang cantik tapi bukan pilihan cantikku.

Menentukan pilihan berdasarkan bentuk yang cantik, “pilihan yang cantik”, jelas bahwa itu akan didasarkan pada alasan fashion, gaya, dan merek semata. Tidak melihat seberapa pentingkah nilai kemanfaatannya bagi lingkungan, dll. Sedangkan menentukan dengan “pilihan cantikmu” adalah pilihan yang akan mewakili karakter kita sendiri, pribadi yang bijak adalah sifat diri yang cantik dan pastinya akan memilih produk dengan pertimbangan efek negative dan positifinya terlebih dahulu terhadap nilai kemanfaatannya bagi diri maupun lingkungan dan orang lain.

 

Pilihan Kecantikanmu Bantu juga Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat


Banyak orang yang memahami bahwa peduli lingkungan itu penting, tapi sulit untuk menyelaraskannya dengan kehidupannya sendiri. Itulah pentingnya menyeimbangankan urusan cantik dalam kepribadian dengan lingkungan dan kemanfaatan kita terhadap orang lain dan sekitar kita. Inilah maknanya untuk menentukan dari “pilihan kecantikanmu/pilihan cantikmu”, bukan karena memilih apa yang cantik saja untuk sekedar dipandang oleh mata.

Pilihan cantikmu adalah bijaksnamu. Pilihan kecantikanmu harusnya dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan bisa jadi untuk kesejahteraan masyarakat. Mengapa menurut saya itu penting?

Berkaitan dengan maksud “pilihan cantikmu” atau pilihan kecantikanmu untuk bijaksanamu bagi lingkungan ini saya gambarkan dalam dua hal:

1.    Sebagi cara bijaksana untuk menentukan saat memilih produk kecantikan, kesehatan dan produk lainnya untuk diri sendiri namun memerhatikan pada produk yang ramah lingkungan dan ramah social.

2.    Sebagai cara bijaksana dalam menentukan “pilihan cantikmu”, artinya dalam memilih produk apapun yang didasarkan pada prilaku atau pribadi yang cantik atau sifat bijaksana itu.

Jadi, maksud saya dari dua hal diatas adalah dalam memerhatikan urusan kecantikan diri itu ada dua: Kecantikan badan/tubuh dan kecantikan sifat/pribadi. Nah, dari keduanya ini harus ada keselarasan. Misalnya: saat memilih produk kecantikan maka setidaknya memilih dengan cara yang bijak seperti produk kecantikan yang ramah lingkungan.

Banyak diantara kita yang memilih produk kecantikan ini cenderung kurang memahami bahwa produk-produk ini  memiliki efek samping pada lingkungan. Untuk itu pilihan kecantikanmu sangat penting didasari dengan cara memilih yang cantik dan bijaksana ini.

 

Cara Memilih Produk Kecantikan dan Kesehatan Berdasarkan Pilihan Cantikmu dan Bijaksana yang Baik untuk Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat

 

Cara Memilih Produk Kecantikan dan Kesehatan Berdasarkan Pilihan Cantikmu dan Bijaksana yang Baik untuk Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat    1.    Menggunakan Produk yang dibuat dari bahan Komoditas Lokal Indonesia adalah negeri yang kaya akan hasil alamnya. Indonesai juga memiliki banyak sekali bahan baku dan bahan pangan komoditas lokal yang bernilai jual tinggi. Yang termasuk dalam bahan komoditas lokal ini jenisnya seperti: logam, energy, pertanian, dan peternakan. Sedangkan bahan yang paling banyak dimanfaatkan untuk produk kesehatan dan kecantikan ini sebagian besar dari hasil pertanian da peternakan. Contoh: madu, susu sapi, minyak kelapa, minyak kemiri, kelapa sawit, kopi, gula, dll. Jika dilihat dari potensinya, sebagian besar dari bahan pangan komoditas lokal ini juga diperoleh dari hasil hutan Indonesia.     Beberapa contoh produk kesehatan dan kecantikan yang dibuat dari bahan komoditas lokal ini seperti: madu, susu sapi, minyak kemiri, minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan masih banyak lagi.     Manfaat Menggunakan Produk Kecantikan dan Kesehatan dari Bahan Komoditas Lokal bagi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat Tampil cantik, sehat dan tetap selaras dengan sifat yang cantik pula serta bijak karena menentukan pilihan cantik yang memerhatikan dampak baik untuk lingkungan, selain dapat memberi kemanfaatan bagi lingkungan, juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.     Bahan-bahan yang termasuk dalam komoditas lokal sebenarnya merupakan jenis bahan ekspor/impor yang bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Negara dan juga masyarakat. Sayangnya, bahan komoditas ekspor dari Indonesia itu berupa bahan mentah dengan nilai jual rendah sehingga masyarakatpun kurang gairah mendapatkan manfaatnya.      Salah satu cara dalam membantu memberdayakan kesejahteraan masyarakat adalah dengan membeli produk-produk yang dihasilkan dari bahan komoditas lokal ini. Urusan cantik, produk kecantikan dan kesehatan juga ada kok. Jadi bagi kaum wanita yang peduli urusan cantik, tetap bisa memilih produk kecantikannya secara bijaksana dan bermanfaat.  Produk-produk yang dihasilkan dari bahan komoditas lokal ini merupakan hasil dari upaya pemberdayaan masyarakat. Secara umum, pemberdayaan yang berbasis komoditas lokal ini akan menggunakan pula bibit lokal dan hasil dari petani secara langsung, meningkatkan potensi desa/daerah termasuk kesejahteraan masyarakatnya. Masyarakat akan diberi pelatihan, di bina hingga menjadi kompeten dibidangnya dan meningkatkan sumber daya manusianya.     Itulah kenapa sangat penting menggunakan produk dari bahan hasil komoditas lokal. Pilihan cantikmu akan mewakili sifat bijaksanamu yang memberi efek baik bagi kemanfaatan untuk lingkungan dan masyarakat.     2.    Menggunakan Produk yang Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial Dalam menentukan dan memilih produk kecantikan dan kesehatan harus tahu pentingnya memilih produk yang di kelola secara lestari atau tidak, karena menentukan “pilihan cantikmu” secara bijaksana patut memahami manakah produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial atau tidaknya dan dampaknya bagi lingkungan.     Pengelolaan bahan untuk produk kecantikan dan kesehatan secara lestari akan banyak menggunakan bahan penyusun yang sebagian besar dari alam, dari bahan hasil komoditas pula. Sehingga upaya mendukung penggunaan dan pemilihan produk kecantikan dengan sifat yang cantik dan bijaksana ini juga akan memberi manfaat pada nilai komoditas yang berkelanjutan.     Pengolahan produk kecantikan dan kesehatan yang menggunakan bahan komoditas lokal secara lestari ini akan menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial karena:     Pertama: pengolahan bahan untuk produk kecantikan dan kesehatan secara lestari, secara garis besar akan menggunakan produk langsung dari alam seperti bahan-bahan herbal dan bahan alami lainnya.     Kedua: bahan yang diambil merupakan bibit langsung dari petani lokal, dikelola/diolah melalui tangan-tangan masyarakat lokal yang diberi pelatihan dalam peningkatan SDA-nya.     Memilih Produk Kecantikan Dan Kesehatan Secara Bijak Merupakan Salah Satu Upaya Membantu Bertumbuhnya Komoditas Lokal Yang Berkelanjutan Dan Pemberdayaan Masyarakat   Pengelolaan bahan komoditas lokal ini tentunya akan melibatkan msayarakat lokal secara langsung, missal para petani lokal, masayarakat lokal maupun para UMKM. Jadi, membantu pengelolaan bahan komoditas lokal juga sama artinya membantu pemberdayaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Dikutip dari madaniberkelanjutan.id, tentang dilema komoditi sawit adalah karena adanya pihak perusahaan asing dan perusahaan Negara yang mengelolanya bahkan ada yang bertindak serakah sehingga petani lokal tidak memiliki keterlibatan disini, mereka hanya seolah pelengkap penderita saja.  Lanjut, hasil studi Serikat Petani Kelapa Sawit (SPSK) tahun 2017 terhadap 10rb petani di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara, hasilnya 71% petani belum bergabung dalam kelembagaan petani, 77% produktivitas sawit <1 ton/hektar/bulan. 54%petani menggunakan bibit tidak bersertifikat, 97% petani tanpa penyuluh, 73% petani menjual tandan buah ke tengkulak[BT1] .  Dilema komoditi diatas merupakan salah satu contoh kecil bangaimana kurang perhatian pada pemanfaatan nilai bahan komoditas lokal kita di Indonesia. Pengelolaan bahan komoditas lokal yan baik dan lestari jelas akan diimbangi dengan perhatian pada kualitas SDM lokalnya pula. Missal dengan pelatihan, pembinaan, dll. Tujuannya dengan memberdayakan masyarakat lokal ini juga dan meningkatkan kualitas dan taraf hidup msayarakat lokal.  Pengelolaan bahan komoditas lokal secara lestari, dari hasil alam yang alami, dan pemanfaatan secara bijak ini akan menciptkana pula hasil produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial juga.     Peran kita sebagai masyarakat juga penting dalam hal ini. Tampil sebagai konsumen jelas harus bijak memilih produk. Memilih produk yang di dasarkan pada pilihan cantikmu akan menentukan cara bijaksamanmu dalam memilih produk yang tidak hanya enak dan cantik dilihat, tetapi juga pertimbangannya terhadap dampaknya pada lingkungan dan masyarakat sosial kita.  Salah satu contoh pemanfaatan komoditas lokal secara lestari ini misalnya pada kelompok binaan Jerora Raya.  Dikutip dari kelingkumanggroup.co.id, -KELING KUMANG DAMPINGI PETANI LEBAH MADU- sebuah kelompok binaan Jerora Raya yang merupakan hasil binaan SHG (Self Help Group) dalam bidang budi daya lebah madu di desa Jerora Satu, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang. Mereka melakukan terobosan dengan memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk budi daya lebah madu jenis Apis Melifera. Mereka adalah salah satu contoh dari kelompok yang mendapat binaan dan pelatihan guna pemberdayaan dan peningkatan SDM disana yang didampingi langsung oleh CU Keling Kumang[BT2] .     Beberapa contoh produk hasil pemanfaatan bahan komoditas lokal ini dapat kita kenali dari produk beberapa contoh komoditas pangan, hasil hutan bukan kayu disini. misalnya:  hasil dari Madu Hutan Leuser. madu ini merupakan madu dari tanah Kabupaten Aceh Tamiang, dianggap sebagai madu unik karena lebahnya tidak mau menghisap nektar yang dihasilkan dari pohon yang menggunakan pestisida kimia. jadi, jenis madu ini adalah madu yang benar-benar bersih dan sehat. beberapa produk unik menarik lainnya seperti Kopi Pinogu, kacang kenari, minyak Tengkawang, kenali produk disini.     madu merupakan salah satu bahan komoditi lokal yang sangat penting juga bagi kesehatan tubuh dan kecantikan, sehingga madu banyak diolah dan dimanfaatkan sebagai salah satu produk yang paling digemari karena khasiatnya yang besar.  selanjutnya dengan mengenali produk-produk diatas sekaligus membantu melestarikan hasil alam yang juga dikelola secara alami oelh tangan-tangan lokal masyarakat Indonesia. Seperti produk yang dihasilkan oleh para UMKM, komunitas, pemberdayaan masayarakat lokal, dll. Tentunya mereka wajib kita support untuk kebaikan alam dan kehidupan sosial kita. Jelas bahwa pemanfaatan hasil hutan, bahan komoditas secara lestari dan ramah ini akan membantu pemanfaatan komoditas berkelanjutan, pemberdayaan dan meningkatkan kesejateraan masyarakat. Semua kembali pada pilihan bijaksana kita sendiri.
Ilustrasi memakai produk kecantikan. sumber: Mizianitka

1.    Menggunakan Produk yang dibuat dari bahan Komoditas Lokal

Indonesia adalah negeri yang kaya akan hasil alamnya. Indonesai juga memiliki banyak sekali bahan baku dan bahan pangan komoditas lokal yang bernilai jual tinggi. Yang termasuk dalam bahan komoditas lokal ini jenisnya seperti: logam, energy, pertanian, dan peternakan. Sedangkan bahan yang paling banyak dimanfaatkan untuk produk kesehatan dan kecantikan ini sebagian besar dari hasil pertanian da peternakan. Contoh: madu, susu sapi, minyak kelapa, minyak kemiri, kelapa sawit, kopi, gula, dll. Jika dilihat dari potensinya, sebagian besar dari bahan pangan komoditas lokal ini juga diperoleh dari hasil hutan Indonesia.

 

Beberapa contoh produk kesehatan dan kecantikan yang dibuat dari bahan komoditas lokal ini seperti: madu, susu sapi, minyak kemiri, minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan masih banyak lagi.

 

Manfaat Menggunakan Produk Kecantikan dan Kesehatan dari Bahan Komoditas Lokal bagi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat

Tampil cantik, sehat dan tetap selaras dengan sifat yang cantik pula serta bijak karena menentukan pilihan cantik yang memerhatikan dampak baik untuk lingkungan, selain dapat memberi kemanfaatan bagi lingkungan, juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Bahan-bahan yang termasuk dalam komoditas lokal sebenarnya merupakan jenis bahan ekspor/impor yang bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Negara dan juga masyarakat. Sayangnya, bahan komoditas ekspor dari Indonesia itu berupa bahan mentah dengan nilai jual rendah sehingga masyarakatpun kurang gairah mendapatkan manfaatnya.

 

Salah satu cara dalam membantu memberdayakan kesejahteraan masyarakat adalah dengan membeli produk-produk yang dihasilkan dari bahan komoditas lokal ini. Urusan cantik, produk kecantikan dan kesehatan juga ada kok. Jadi bagi kaum wanita yang peduli urusan cantik, tetap bisa memilih produk kecantikannya secara bijaksana dan bermanfaat.

Produk-produk yang dihasilkan dari bahan komoditas lokal ini merupakan hasil dari upaya pemberdayaan masyarakat. Secara umum, pemberdayaan yang berbasis komoditas lokal ini akan menggunakan pula bibit lokal dan hasil dari petani secara langsung, meningkatkan potensi desa/daerah termasuk kesejahteraan masyarakatnya. Masyarakat akan diberi pelatihan, di bina hingga menjadi kompeten dibidangnya dan meningkatkan sumber daya manusianya.

Itulah kenapa sangat penting menggunakan produk dari bahan hasil komoditas lokal. Pilihan cantikmu akan mewakili sifat bijaksanamu yang memberi efek baik bagi kemanfaatan untuk lingkungan dan masyarakat.

 

2.    Menggunakan Produk yang Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial

Dalam menentukan dan memilih produk kecantikan dan kesehatan harus tahu pentingnya memilih produk yang di kelola secara lestari atau tidak, karena menentukan “pilihan cantikmu” secara bijaksana patut memahami manakah produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial atau tidaknya dan dampaknya bagi lingkungan.

Pengelolaan bahan untuk produk kecantikan dan kesehatan secara lestari akan banyak menggunakan bahan penyusun yang sebagian besar dari alam, dari bahan hasil komoditas pula. Sehingga upaya mendukung penggunaan dan pemilihan produk kecantikan dengan sifat yang cantik dan bijaksana ini juga akan memberi manfaat pada nilai komoditas yang berkelanjutan.

Pengolahan produk kecantikan dan kesehatan yang menggunakan bahan komoditas lokal secara lestari ini akan menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial karena:

Pertama: pengolahan bahan untuk produk kecantikan dan kesehatan secara lestari, secara garis besar akan menggunakan produk langsung dari alam seperti bahan-bahan herbal dan bahan alami lainnya.

Kedua: bahan yang diambil merupakan bibit langsung dari petani lokal, dikelola/diolah melalui tangan-tangan masyarakat lokal yang diberi pelatihan dalam peningkatan SDA-nya.


Memilih Produk Kecantikan Dan Kesehatan Secara Bijak Merupakan Salah Satu Upaya Membantu Bertumbuhnya Komoditas Lokal Yang Berkelanjutan Dan Pemberdayaan Masyarakat

 

Memilih Produk Kecantikan Dan Kesehatan Secara Bijak Merupakan Salah Satu Upaya Membantu Bertumbuhnya Komoditas Lokal Yang Berkelanjutan Dan Pemberdayaan Masyarakat   Pengelolaan bahan komoditas lokal ini tentunya akan melibatkan msayarakat lokal secara langsung, missal para petani lokal, masayarakat lokal maupun para UMKM. Jadi, membantu pengelolaan bahan komoditas lokal juga sama artinya membantu pemberdayaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Dikutip dari madaniberkelanjutan.id, tentang dilema komoditi sawit adalah karena adanya pihak perusahaan asing dan perusahaan Negara yang mengelolanya bahkan ada yang bertindak serakah sehingga petani lokal tidak memiliki keterlibatan disini, mereka hanya seolah pelengkap penderita saja.  Lanjut, hasil studi Serikat Petani Kelapa Sawit (SPSK) tahun 2017 terhadap 10rb petani di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara, hasilnya 71% petani belum bergabung dalam kelembagaan petani, 77% produktivitas sawit <1 ton/hektar/bulan. 54%petani menggunakan bibit tidak bersertifikat, 97% petani tanpa penyuluh, 73% petani menjual tandan buah ke tengkulak[BT1] .  Dilema komoditi diatas merupakan salah satu contoh kecil bangaimana kurang perhatian pada pemanfaatan nilai bahan komoditas lokal kita di Indonesia. Pengelolaan bahan komoditas lokal yan baik dan lestari jelas akan diimbangi dengan perhatian pada kualitas SDM lokalnya pula. Missal dengan pelatihan, pembinaan, dll. Tujuannya dengan memberdayakan masyarakat lokal ini juga dan meningkatkan kualitas dan taraf hidup msayarakat lokal.  Pengelolaan bahan komoditas lokal secara lestari, dari hasil alam yang alami, dan pemanfaatan secara bijak ini akan menciptkana pula hasil produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial juga.    Peran kita sebagai masyarakat juga penting dalam hal ini. Tampil sebagai konsumen jelas harus bijak memilih produk. Memilih produk yang di dasarkan pada pilihan cantikmu akan menentukan cara bijaksamanmu dalam memilih produk yang tidak hanya enak dan cantik dilihat, tetapi juga pertimbangannya terhadap dampaknya pada lingkungan dan masyarakat sosial kita.  Salah satu contoh pemanfaatan komoditas lokal secara lestari ini misalnya pada kelompok binaan Jerora Raya.  Dikutip dari kelingkumanggroup.co.id, -KELING KUMANG DAMPINGI PETANI LEBAH MADU- sebuah kelompok binaan Jerora Raya yang merupakan hasil binaan SHG (Self Help Group) dalam bidang budi daya lebah madu di desa Jerora Satu, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang. Mereka melakukan terobosan dengan memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk budi daya lebah madu jenis Apis Melifera. Mereka adalah salah satu contoh dari kelompok yang mendapat binaan dan pelatihan guna pemberdayaan dan peningkatan SDM disana yang didampingi langsung oleh CU Keling Kumang[BT2] .     Beberapa contoh produk hasil pemanfaatan bahan komoditas lokal ini dapat kita kenali dari produk beberapa contoh komoditas pangan, hasil hutan bukan kayu disini. misalnya:  hasil dari Madu Hutan Leuser. madu ini merupakan madu dari tanah Kabupaten Aceh Tamiang, dianggap sebagai madu unik karena lebahnya tidak mau menghisap nektar yang dihasilkan dari pohon yang menggunakan pestisida kimia. jadi, jenis madu ini adalah madu yang benar-benar bersih dan sehat. beberapa produk unik menarik lainnya seperti Kopi Pinogu, kacang kenari, minyak Tengkawang, kenali produk disini.     madu merupakan salah satu bahan komoditi lokal yang sangat penting juga bagi kesehatan tubuh dan kecantikan, sehingga madu banyak diolah dan dimanfaatkan sebagai salah satu produk yang paling digemari karena khasiatnya yang besar.  selanjutnya dengan mengenali produk-produk diatas sekaligus membantu melestarikan hasil alam yang juga dikelola secara alami oelh tangan-tangan lokal masyarakat Indonesia. Seperti produk yang dihasilkan oleh para UMKM, komunitas, pemberdayaan masayarakat lokal, dll. Tentunya mereka wajib kita support untuk kebaikan alam dan kehidupan sosial kita. Jelas bahwa pemanfaatan hasil hutan, bahan komoditas secara lestari dan ramah ini akan membantu pemanfaatan komoditas berkelanjutan, pemberdayaan dan meningkatkan kesejateraan masyarakat. Semua kembali pada pilihan bijaksana kita sendiri.
Ilustrasi produk kecantikan ramah lingkungan. sumber: silviarita

Pengelolaan bahan komoditas lokal ini tentunya akan melibatkan msayarakat lokal secara langsung, missal para petani lokal, masayarakat lokal maupun para UMKM. Jadi, membantu pengelolaan bahan komoditas lokal juga sama artinya membantu pemberdayaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dikutip dari madaniberkelanjutan.id, tentang dilema komoditi sawit adalah karena adanya pihak perusahaan asing dan perusahaan Negara yang mengelolanya bahkan ada yang bertindak serakah sehingga petani lokal tidak memiliki keterlibatan disini, mereka hanya seolah pelengkap penderita saja.

Lanjut, hasil studi Serikat Petani Kelapa Sawit (SPSK) tahun 2017 terhadap 10rb petani di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara, hasilnya 71% petani belum bergabung dalam kelembagaan petani, 77% produktivitas sawit <1 ton/hektar/bulan. 54%petani menggunakan bibit tidak bersertifikat, 97% petani tanpa penyuluh, 73% petani menjual tandan buah ke tengkulak[BT1] .

Dilema komoditi diatas merupakan salah satu contoh kecil bangaimana kurang perhatian pemerintah dan kita pada pemanfaatan nilai bahan komoditas lokal kita di Indonesia. Pengelolaan bahan komoditas lokal yan baik dan lestari jelas akan diimbangi dengan perhatian pada kualitas SDM lokalnya pula. Missal dengan pelatihan, pembinaan, dll. Tujuannya dengan memberdayakan masyarakat lokal ini juga dan meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat lokal.

Pengelolaan bahan komoditas lokal secara lestari, dari hasil alam yang alami, dan pemanfaatan secara bijak ini akan menciptkana pula hasil produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial juga.

Peran kita sebagai masyarakat juga penting dalam hal ini. Tampil sebagai konsumen jelas harus bijak memilih produk. Memilih produk yang di dasarkan pada pilihan cantikmu akan menentukan cara bijaksanamu dalam memilih produk yang tidak hanya enak dan cantik dilihat, tetapi juga pertimbangannya terhadap dampaknya pada lingkungan dan masyarakat sosial kita.

Salah satu contoh pemanfaatan komoditas lokal secara lestari ini misalnya pada kelompok binaan Jerora Raya.

Dikutip dari kelingkumanggroup.co.id, -KELING KUMANG DAMPINGI PETANI LEBAH MADU- sebuah kelompok binaan Jerora Raya yang merupakan hasil binaan SHG (Self Help Group) dalam bidang budi daya lebah madu di desa Jerora Satu, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang. Mereka melakukan terobosan dengan memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk budi daya lebah madu jenis Apis Melifera. Mereka adalah salah satu contoh dari kelompok yang mendapat binaan dan pelatihan guna pemberdayaan dan peningkatan SDM disana yang didampingi langsung oleh CU Keling Kumang[BT2] .

Beberapa contoh produk hasil pemanfaatan bahan komoditas lokal ini dapat kita kenali dari produk beberapa contoh komoditas pangan, hasil hutan bukan kayu disini. misalnya:

  • hasil dari Madu Hutan Leuser. madu ini merupakan madu dari tanah Kabupaten Aceh Tamiang, dianggap sebagai madu unik karena lebahnya tidak mau menghisap nektar yang dihasilkan dari pohon yang menggunakan pestisida kimia. jadi, jenis madu ini adalah madu yang benar-benar bersih dan sehat. beberapa produk unik menarik lainnya seperti Kopi Pinogu, kacang kenari, minyak Tengkawang, kenali produk disini.
    madu merupakan salah satu bahan komoditi lokal yang sangat penting juga bagi kesehatan tubuh dan kecantikan, sehingga madu banyak diolah dan dimanfaatkan sebagai salah satu produk yang paling digemari karena khasiatnya yang besar.
Contoh Madu Hutan Leuser.
sumber gambar: hutanitu.id

  • selanjutnya dengan mengenali produk-produk diatas sekaligus membantu melestarikan hasil alam yang juga dikelola secara alami oleh tangan-tangan lokal masyarakat Indonesia.

Seperti produk yang dihasilkan oleh para UMKM, komunitas, pemberdayaan masayarakat lokal, dll. Tentunya mereka wajib kita support untuk kebaikan alam dan kehidupan sosial kita. Jelas bahwa pemanfaatan hasil hutan, bahan komoditas secara lestari dan ramah ini akan membantu pemanfaatan komoditas berkelanjutan, pemberdayaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semua kembali pada pilihan bijaksana kita sendiri.

 


 [BT1]Sumber: dilema komoditi sawit, madaniberkelanjutan.go.id

 [BT2]Sumber: kelingkumanggroup.co.id,KELING KUMANG DAMPINGI PETANI LEBAH MADU

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu