Nilai & Makna Tradisi Joget Maju-Mundur di Pulau Binongko

 

Nilai & Makna Tradisi Joget Maju-Mundur di Pulau Binongko

Setiap acara joget atau pesta di pulau Binongko, sering dan sering kita jumpai Joget Maju Mundur. Jadi bukan hanya joget lulo saja nih sebagai salah satu tari tradisional di Pulau Binongko dan Wakatobi. Selain itu, ada juga yang disebut dengan istilah joget maju-mundur. Joget maju-mundur ini bukan hanya di pulau Binongko, tapi juga diseluruh Wakatobi. Sebab, ini sudah menjadi tradisi dan kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang kami.

Nilai & Makna Tradisi Joget Maju-Mundur di Pulau Binongko Setiap acara joget atau pesta di pulau Binongko, sering dan sering kita jumpai Joget Maju Mundur. Jadi bukan hanya joget lulo saja nih sebagai salah satu tari tradisional di Pulau Binongko dan Wakatobi. Selain itu, ada juga yang disebut dengan istilah joget maju-mundur. Joget maju-mundur ini bukan hanya di pulau Binongko, tapi juga diseluruh Wakatobi. Sebab, ini sudah menjadi tradisi dan kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang kami.    Di pulau Binongko, Joget maju-mundur ini juga memiliki tata krama tersendiri. Silahkan baca SELENGKAPNYA : TATA KRAMA TRADISI JOGET MAJUMUNDUR DI PULAU BINONGKO – WAKATOBI  NILAI DAN MAKNA TRADISI JOGET MAJU MUNDUR DI BINONGKO – WAKATOBI  Jadi, joget maju mundur ini bukan hanya sebuah tradisi yang biasa di gelar dalam acara pesta joget di pulau Binongko. Joget maju-mundur ini juga sebenanya memiliki nilai dan arti filosofinya. Sayangnya, sejarah perkembangan tadisi dan budaya d Binongko masih bersumber dari tradisi lisan. Belum ada sumber rujukan atau referensi yang dibukukan, dll. Sedangkan nilai dan arti filosofi joget maju-mundur juga ini memiliki beragam versi. Tentunya yang saya rangkum dalam postingan saya ini juga hanya dari keterangan dan sumber pribadi saja, dan bukan untuk dijadikan rujukan.     Banyak versi yang memberikan runutan arti filosofi dari budaya joget naju mundur di pulau Binongko, tapi saya pribadi memberi gambaran bahwa nilai utama yang diwarisakan dari nenek moyang kami terhadap arti joget dalam pesta/acara ini adalah:  ·         Nilai silaturahmi.        Orang Binongko adalah orang-orang yang gemar bergotong royong. Acara joget ini memiliki arti menyatukan. Mereka akan hadir dalam acara joget ini sekaligus bersilaturahmi, agar hubungan mereka tetap solid, dan nilai kebersamaan mereka tetap terjaga.   ·         Ungkapan rasa syukur.       Pada zaman dahulu, sebagian besar penduduknya adalah perantau, sisanya nelayan, petani, dan pengrajin besi. Dalam suatu momen ketua sanak keluarga an kerabat mereka pulang kampung maka akan disambut secara meriah. Disamping itu juga, para petani yang baru saja memanen hasil kebun dll. Dan yang dilakukan bagi mereka atasa perayaan rasa syukur ini adalah menggelar acara joget.
ilustrasi joget maju-mundur Wakatobi. sumber: Wakatobi Multimedia


Di pulau Binongko, Joget maju-mundur ini juga memiliki tata krama tersendiri. Silahkan baca SELENGKAPNYA : TATA KRAMA TRADISI JOGET MAJUMUNDUR DI PULAU BINONGKO – WAKATOBI

NILAI DAN MAKNA TRADISI JOGET MAJU MUNDUR DI BINONGKO – WAKATOBI

Jadi, joget maju mundur ini bukan hanya sebuah tradisi yang biasa di gelar dalam acara pesta joget di pulau Binongko. Joget maju-mundur ini juga sebenanya memiliki nilai dan arti filosofinya. Sayangnya, sejarah perkembangan tadisi dan budaya d Binongko masih bersumber dari tradisi lisan. Belum ada sumber rujukan atau referensi yang dibukukan, dll. Sedangkan nilai dan arti filosofi joget maju-mundur juga ini memiliki beragam versi. Tentunya yang saya rangkum dalam postingan saya ini juga hanya dari keterangan dan sumber pribadi saja, dan bukan untuk dijadikan rujukan.

Artikel terkait:

Banyak versi yang memberikan runutan arti filosofi dari budaya joget naju mundur di pulau Binongko, tapi saya pribadi memberi gambaran bahwa nilai utama yang diwarisakan dari nenek moyang kami terhadap arti joget dalam pesta/acara ini adalah:

·         Nilai silaturahmi. 

      Orang Binongko adalah orang-orang yang gemar bergotong royong. Acara joget ini memiliki arti menyatukan. Mereka akan hadir dalam acara joget ini sekaligus bersilaturahmi, agar hubungan mereka tetap solid, dan nilai kebersamaan mereka tetap terjaga.

·         Ungkapan rasa syukur.

      Pada zaman dahulu, sebagian besar penduduknya adalah perantau, sisanya nelayan, petani, dan pengrajin besi. Dalam suatu momen ketua sanak keluarga an kerabat mereka pulang kampung maka akan disambut secara meriah. Disamping itu juga, para petani yang baru saja memanen hasil kebun dll. Dan yang dilakukan bagi mereka atasa perayaan rasa syukur ini adalah menggelar acara joget.


baca juga: 

tradisi Polelei di pulau Binogko

tradisi saufa dan pembuatan tombole makanan khas Binongko

3 nasehat bijak orang tua Binongko - jalan sukses tanah rantau

misteri jin dan desa yang hilang di Pulau Binongko

Hilang tapi ada, 3 tokoh GHAIB pahlawan Binongko

 

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu