3 Tradisi Unik Hari Raya di Pulau Binongko

 

3 Tradisi Unik Hari Raya di Pulau Binongko

 

Salah satunya di pulau Binongko. Dalam menyambut hari suci ini bagi umat muslim, masyarakat Binongko dikenal 100% penduduknya adalah islam. Begitupun tradisi di daerah ini memiliki cara unik dalam menyambut hari lebaran atau hari Raya. Berikut ini 3 Tradisi Unik Hari Raya di Pulau Binongko:
sumber: AdinaVoicu

Setiap moment hari kebahagiaan maka patut kita merayakannya sebagai ungkapan rasa syukur. Termasuk pada Hari Raya yang dianggap hari kemenangan dan hari besar agama Islam. Bagi yang merayakan atau umat muslim, akan menjadikan ini sebagai hari yang penuh suka cita. Dalam perayaan hari raya, setiap daerah memiliki tradisi tersendiri baik yang unik, mewah, dan sebagainya.


baca lainnya:

Nilai & Makna Tradisi Joget Maju-Mundur di Pulau Binongko
Tradisi Saufara Binongko, Tombole makanan khas Wakatobi
tenggelam, "Wa Ina Ku Doli Dongkamo" telah Usang Dimakan Waktu

Salah satunya di pulau Binongko. Dalam menyambut hari suci ini bagi umat muslim, masyarakat Binongko dikenal 100% penduduknya adalah islam. Begitupun tradisi di daerah ini memiliki cara unik dalam menyambut hari lebaran atau hari Raya. Berikut ini 3 Tradisi Unik Hari Raya di Pulau Binongko:

 

baca lainnya: RUMAH ADAT BINONGKO MEMILIKI SENTUHAN BUDAYA JEPANG

Joget Siang Pulau Binongko

Acara joget siang di pulau Binongko merupakan hal yang patut ada dalam perayaan menyambut hari raya atau hari kemenangan islam. Tradisi ini dapat dijumpai pada acara yang biasa digelar oleh masyarakat Wali pulau Binongko. Usai melaksanakan shalat hari Raya idul fitri maupun idul adha, maka selanjutnya para muda dan mudi atau kelompok remaja masyarakat Wali akan menyusun rencana pelakasanaannya.

Acara joget siang ini tidak dilakukan dalam satu tempat tetapi berkeliling kerumah-rumah. Pemilik rumah yang ingin dijumpai maka wajib menyetor uang saweran pada pengurus acara, agar para kelompok remaja ini bisa mampir dan menggelar joget di halaman depan rumah. Acara joget siang ini juga tidak terbatas kepada siapapun yang ingin berpartisipasi termasuk orang-orang dari desa/ kampung lainnya.

 

Tradisi Polelei Pulau Binongko

Tradisi ini merupakan tradisi turun-temurun yang memiliki arti mendalam. Salah satunya mempererat hubungan tali silaturahmi masyarakat Binongko. Car menggelar tradisi polelei ini yakni masyarakat akan berkumpul pada satu tempat yang telah ditentukan, lalu beramai-ramai mengunjungi satu rumah hingga kerumah lainnya hingga selesai. Para tamu yang hadir di suguhkan berupa snack, kue-kue, minuman segar untuks ekedar dicicipi atau dinikmati. Bisa baca lebih lengkap tentang tradisi polelei pulau Binongko.

 

Silat Mansa Pulau Binongko

Silat mansa atau mansa’a merupakan warisan budaya dari tanah adat pulau Binongko, umumnya Wakatobi. Pagelaran silat mansa pada hari raya idul fitri atau idul adha sebagai ungkapan rasa syukur atas hari kemenangan umat islam. Silat mansa digelar pada hari-hari besar seperti ini agar tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya tanah Binongko. 

Sebenarnya, silat mansa ini dapat dijumpai dalam beragam acara pesta lainnya. Namun berbeda halnya pada saat hari raya idul fitri maupun idul adha di Pulau Binongko, karena acara silat mansa ini akan kita jumpai digelar hampir di seluruh kampung pulau Binongko.

 

 

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu