Culture Shock di Pulau Binongko, 'TIDAK SOPAN' Jika Melakukan ini.

Suatu tempat atau daerah kadangkala memiliki suatu kebiasaan tersendiri yang menurut kita tidak umum atau wajar. Culture shock ini merupakan sesuatu yang baru mungkin bagi orang lain yang pertama kali berkunjung, meskipun bagi daerah tersebut sudah hal yang biasa saja.



Di pulau Binongko juga ada beberapa culture shock dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat Binongko yang mungkin bagi orang lain akan terasa aneh atau baru bahkan tidak biasa.  Culture shock di pulau Binongko ini berkaitan dengan kebiasaan orang Binongko dimana bahi mereka yang melakukan ini mungkin akan dianggap 'tidak sopan'.  Artinya, beberapa culture shock yang saya jelaskan dalam bagian ini adalah kebiasaan orang Binongko yag jarang ada di tempat lain tapi bagi orang Binongko sebagai sesuatu yang harus ditaati karena merupakan bagian etika, sikap dan norma kesopanan terhadap orang lain. Simak berikut ini:
Ilustrasi orang dan budaya. Sumber: Onenkint12



Di pulau Binongko juga ada beberapa culture shock dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat Binongko yang mungkin bagi orang lain akan terasa aneh atau baru bahkan tidak biasa.

Culture shock di pulau Binongko ini berkaitan dengan kebiasaan orang Binongko dimana bahi mereka yang melakukan ini mungkin akan dianggap 'tidak sopan'.

Baca artikel lainnya:


Artinya, beberapa culture shock yang saya jelaskan dalam bagian ini adalah kebiasaan orang Binongko yag jarang ada di tempat lain tapi bagi orang Binongko sebagai sesuatu yang harus ditaati karena merupakan bagian etika, sikap dan norma kesopanan terhadap orang lain. Simak berikut ini:

Tidak Sengaja Menyentuh Tubuh Orang Lain

Tidak sengaja menyentuh tubuh orang lain mungkin bukanlah sebuah kesalahan besar, karena memang tidak disengaja. Lain halnya di Pulau Binongko yang mengedepankan sifat tata kramanya.

Mengucapkan kata 'tabe' sebagai simbol arti permisi ini merupakan hal wajib jika melewati perkumpulan orang, berjalan diantara orang-orang, apalagi orang lain sedang duduk dan kita berdiri berjalan melewatinya.

Bukan hanya itu, bagi orang Binongko ada sebuah culture shock mengenai kebiasaan sopan santun ini, yakni jika anda tidak sengaja menyentuh tubuh orang lain saat berpapasan atau berjalan anda tidak boleh berlalu bergitu saja. Berhenti dan ucapkan maaf kepada orang itu, lalu anda harus kembali menyentuhnya sedikit di tempat/bagian tubuh yang dianggap sopan dan katakan : maaf, tabe, tadi saya tidak sengaja menyentuhmu.

Meskipun culture shock ini sudah hampir redup dikebiasaan  modern saat ini, tapi masih ada beberapa orang yang memengang paham ini dimasyarakat.

Tidak Sengaja Menyentuh Badan Orang Lain dengan Sapu atau Sendal.

Di tempat lain, menyentuh orang lain dengan sapu apalagi tidak sengaja mungkin akan di ambil sebagai hal sepele. Bahkan, memukul saja memakai sapu, hehe

Di pulau Binongko, kebiasaan dari warisan leluhurnya diyakini bahwa sapu dan sendal itu benda untuk mengalas dan membersihkan hal yang ' kotor'. Jadi jangan sengaja atau tidak sengaja menyentuhkannya kepada orang lain karena dianggap sangat tidak sopan.

Jika tidak sengaja barang anda seperti sendal atau sapu menyentuh orang lain dengan itu, maka ada aturan tata krama yang berlaku yakni menyentuh orang tersebut di bagian yang sopan seperti tangan lalu katakan maaf atau tabe sekaligus ucapan ketidaksengajaan karena sudah menyentuhnya dengan sapu atau sendal.

Kebiasaan ini setidak menjadi salah satu culture shock di pulau Binongko sebab jarang terjadi di tempat lainnya.

Sebenarnya, masih banyak beberapa culture shock lainnya di Pulau Binongko. Bagi anda yang sependapat atau tidak bisa tinggalkanpendapat di kolom komentar.


Reactions

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu