Pelajaran 1: Belajar Mudah Bahasa Binongko –WAKATOBI-

BELAJAR BAHASA BINONGKO menurut saya gampang-gampang susah, karena dalam versi bahasa daerah Binongko saat ini telah banyak yang mengadopsi bahasa Indonesia. Sehingga tidak salah jika ada beberapa kosa kata dalam bahasa Indonesia yang sebenarnya itu adalah turunan dalam bahasa Indonesia dan membuat beberapa orang merasa mudah belajar bahasa Binongko.
sumber: silviarita


BELAJAR BAHASA BINONGKO menurut saya gampang-gampang susah, karena dalam versi bahasa daerah Binongko saat ini telah banyak yang mengadopsi bahasa Indonesia. Sehingga tidak salah jika ada beberapa kosa kata dalam bahasa Indonesia yang sebenarnya itu adalah turunan dalam bahasa Indonesia dan membuat beberapa orang merasa mudah belajar bahasa Binongko.

Contoh: Ember. Kata benda Ember adalah sebuah kata benda dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa daerah Binongko, Ember  juga di sebut Ember(e) atau lebih halus yakni Amber(e[BT1] ).

Baca juga: tradisi saufara pulau Binongko. Tombole, makanan khas wakatobi

 Baca:Tata Krama Tradisi Joget Maju Mundur di Pulau Binongko

 DAFTAR ISI:

______________________________________________________

 

ATURAN DASAR BELAJAR BAHASA DAERAH BINONGKO

Sebelum lanjut kita mempelajari pelajaran dasar belajar bahasa daerah Binongko, terlebih dahulu kita harus mengenal aturan dasar dalam pemakaian Bahasa daerah Binongko.

1.       Tidak ada huruf mati diakhir suatu kata.

 

o   Dalam bahasa Binongko dikenal istilah penerusan kata. Ini bertujuan agar setiap kata dalam bahasa daerah Binongko ini berakhir dengan huruf vocal atau hidup.

 

Kata dalam Bahasa Indonesia

Arti dalam Bahasa Daerah Binongko

KULKAS

KULKAS (i) = KULKASI

KANTOR

KANTORO (o) = KANTORO

TERMOS

TER(e) M(u) S(u) = TEREMUSU

 

 

[BT2] 

o   Untuk menghindari bunyi huruf mati/konsonan pada akhir suatu kata, maka dikenal pula pemendeketan penyebutan huruf. (kebalikan dari penerusan kata). Terkadang, Hal ini umum dikenal pada kata yang berkahiran huruf mati dan terlalu panjang, tapi sebenarnya aturan ini tidak berlaku sepenuhnya. Baik pemendekekan/pengurangan maupun penambahan/penerusan ini berlaku hanya bertujuan agar pengejaannya mudah bagi setiap kata dalam bahasa Binongko.

Kata dalam Bahasa Indonesia

Arti dalam Bahasa Daerah Binongko

MASUK

MASU(K) = MASO

HANDUK

HANDU(K) = HANDU

SIKAT

SIKA(t) = SIKA

 

 

 

2.       Tidak ada penekanan huruf

Dalam bahasa Binongko, semua diatur agar pengejaan penggunaan kata berlaku dengan penyebutan yang mudah dan luwes, sehingga susah untuk menemukan kata-kata dengan penyebutan yang rumit seperti penekkan huruf. Atau kata dengan dengan suku kata yang double atau ganda. Misal : PP, KK, RR, DD.

 

Contoh: ada sebuah bahasa daerah yang menyebut kata dalam merek ponsel misalnya : NOKIA. Dalam bahasa daerah tersebut mereka menyebutnya dengan = NOKKIA (dengan penekanan huruf K ganda). Dalam bahasa Binongko aturan ini tidak berlaku demikian.

 

3.       Secara umum, berlakunya aturan penambahan atau pengurangan suku kata seperti pada nomor 1 poin 1 dan 2 adalah berlaku pada jenis suku kata adopsi saja. Dalam bahaa Indonesia asli, semua penyebutan setiap kata tidak memiliki huruf mati pada akhiran kata.

 

4.       Tidak semua suku kata yang ber akhiran huruf mati akan di kenakan aturan nomor 1 pada poin 1 dan 2. Ini juga berlaku pada jenis-jenis kata adopsi bahasa Indonesia dimana penyebutannya sudah menyesuaikan dengan versi modern bahasa Indonesia saat ini. Contoh: Gorden, dalam bahasa daeah Binongko juga menyebut ini sebagai Gorden/horden.

 

5.       Jika dalam bahasa Inggris kita belajar tentang ucapan salam dan selamat seperti Good MORNING, GOOD NIGHT, atau dalam bahasa Indonesia seperti selamat pagi, selamat malam, dll… justru dalam bahasa daerah Binongko ungkapan ini tidak berlaku. Artinya dalam bahasa Binongko tidak ada kata untuk menyatakan salam atau selamat.

 

6.       Dalam penggunaan bahasa Binongko, kadangkala dalam versi aslinya huruf “d” akan berbunyi “dh” atau sepertibunyi “dhal” dalam al-quran. Tapi aturan ini tidak berlaku untuk semua. Ada pula beberapa kalimat yang menggunakan huruf “d” dan tetap dibanya “d”. sayangnya tidak ada aturan khusus untuk penggunaan bunyi huruf ini dalam bahasa Binongko.

 

Misalnya: seseorang bernama Dani. Mungkin saja dalam penyebutannya dia akan dipanggil “dha-ni” atau juga cukup Dani saja. Harusnya dalam versi bahasa Binongko asli di akan di panggil “dha-ni”. Tapi untuk sekarang ini, penggunaan bahasa daerah Binongko sudah banyak berbaur dengan aliran bahasa Indonesia.

 

7.       Versi bahasa daerah Binongko asli sudah jarang digunakan, sebab adanya pembauran dengan bahasa Indonesia sehingga bahasa daerah Binongko banyak mengadopsi istilah dari bahasa Indonesia seperti penamaan nama-nama benda, dll. Sedangkan bahasa daerah yang umum kita dengar di masarakat saat ini adalah bahasa daerah binongko versi modern.

 

8.       Bahasa daerah Binongko di setiap daerah pulau Binongko memiliki ke-khasan pengucapan masing-masing, seperti bahasa daerah Binongko Rukuwa, Palahidu, Lontoi, One-One, Bante, Taipabu Dan Popalia, semuanya memiliki dialek yang berbeda-beda, bahkan terdapat istilah atau penyebutan untuk beberapa pengucapan kata benda, kata kerja, yang tidak sama. Walaupun demikian, bahasa daerah yang digunakan adalah secara umum sama.

 

9.       Tidak semua orang di pulau Binongko menggunakan bahasa daerah Binongko. Untuk diketahui bahwa di Pulau Binongko terdapat dua jenis bahasa daerah. Yakni bahasa daerah suku mbeda-mbeda, dan bahasa daerah suku cia-cia. Suku mbeda-mbeda ini menggunakan bahasa asli daerah Binongko sedangkan suku cia-cia menggunakan bahasa daerah yang dibawa dari suku buton wolio.


 [BT1]Kata [BT1] Amber(e), merupakan kalimat adopsi turunan dari bahasa Indonesia yakni Ember

 [BT2]Umumnya setiap kata yang mendapat kata penerusan adalah pada penyebutan kata ADOPSI

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu